Top 10 Objek Wisata Baru di Bogor yang Lagi Hits dan Keren Untuk Liburan 2017

Bogor sangat terkenal dengan kawasan Puncak sebagai destinasi wisata. Tetapi Bogor bukan hanya menawarkan kawasan Puncak sebagai tujuan wisata, masih banyak objek wisata yang indah dan menakjubkan di Bogor.

Travelers bisa mengunjungi Kebun Raya Bogor, Curug keren2 di Bogor, Taman Mexico, Danau Situ Gede dan masih banyak lagi. Berikut daftar Top 10 Objek Wisata Baru di Bogor yang Lagi Hits dan Keren Untuk Liburan 2017:

# Telaga Warna Puncak

Telaga Warna Puncak Bogor – image by IG jones_kreatip

Telaga Warna Puncak Bogor terletak di Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Telaga Warna Puncak Bogor ini berada di dekat perkebunan Teh PTP VII Gunung Mas. Dilatar belakangi persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan panorama alam yang sudah ada. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan taman wisata pada tahun 1972, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua – Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang.

Telaga Warna Puncak Bogor memiliki beberapa jenis flora asli hutan tropika pegunungan, seperti Puspa dan Kihiur serta beberapa tanaman tingkat rendah, antara lain Paku Tiang, Rame, dan Rotan.

# Taman Mexico

Taman Mexico Bogor – image by IG marshdjo , IG jeaslinelin

Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor adalah kumpulan spesies tumbuhan iklim kering yang ditata menyerupai habitat aslinya dan menjadi taman yang eksotis karena berada di Bogor Jawa Barat yang dikenal dengan julukan kota hujan. Taman Meksiko Bogor memiliki kekayaan koleksi lebih dari 100 spesies, seperti: agave, yucca, kaktus dan tumbuhan sukulen lain. Sebagian besar koleksi tersebut berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, termasuk Meksiko.

# Danau Situ Gede

Danau Situ Gede Bogor – image by IG aisavicenna , IG dzakiradewi

Danau Situ Gede Bogor adalah nama sebuah danau kecil yang indah (situ atau setu berarti telaga) yang terletak di Kelurahan Situgede, Bogor Barat, Kota Bogor.

Danau Situ Gede Bogor Terletak di tepi Hutan Dramaga, yakni hutan penelitian milik Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan, telaga yang memiliki luas sekitar 6 hektare ini merupakan tempat rekreasi harian bagi warga Bogor. Para pengunjung Danau Situ Gede Bogor dapat berperahu, memancing, atau berjalan-jalan di kerimbunan hutan. Danau dan hutan ini pun kerap digunakan sebagai lokasi pembuatan film dan sinetron.

# Kebun Raya Bogor

Dengan luas 87 hektare, Kebun Raya Bogor memiliki tempat-tempat yang bernilai sejarah untuk menjadi tujuan para wisatawan saat berlibur, sembari menambah pengetahuan mengenai berbagai jenis tanaman dan sejarah. Kebun Raya Bogor memiliki luas 87 hektare, selain memiliki 13.000 koleksi tanaman, Kebun Raya Bogor mempunyai spot yang indah yang menjadi tujuan favorit para pengunjung.

# Curug Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Curug Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak – image by IG cyntiarahmasyafitri , IG elmuflihah_14

Gunung salak mempunyai banyak sekali tempat eksotis dan memukau contohnya Curug Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yang sangat direkomendasian bagi para traveller yang suka dengan wisata alam. Curug Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak memang telah menjadi tempat favorit dan menjadi icon wisata alam kota hujan Bogor Jawa Barat.

# Gunung Kapur Klapanunggal Bogor

Gunung Kapur Klapanunggal Bogor – image by IG memey.cimey , IG yunusibrahim18

# Danau Quarry Jayamix Bogor

Danau Quarry Jayamix Bogor – image by IG chintiabcde , IG chintiabcde

# Curug Cigamea Bogor

Curug Cigamea Bogor – image by IG reidhodwinugroho

# Green Lagoon Bogor

Green Lagoon Bogor – image by IG maulanaagung27

# Leuwi Lieuk Bogor

Leuwi Lieuk Bogor – image by kinantaka_yandi

Kunjungi 6 Tempat Wisata Alam di Jogja Ini, Jika Kamu Petualang Sejati!!!

Ingin berlibur ke Yogyakarta? Jogja banyak menawarkan berbagai obyek wisata yang menarik bagi wisatawan. Berikut Objek wisata alam di Jogja yang bisa anda kunjungi selama liburan di Jogjakarta:

# Arung Jeram di Sungai Elo

Kamu berkeinginan petualangan yang sedikit lebih santai dibandingkan beberapa destinasi sebelumnya? Bagaimana dengan mengerjakan arung jeram di Sungai Elo? Nikmati sensasi terombang-ambing di atas perahu karet dan dihantam derasnya arus sungai.

# Gua Jomblang

Tak seperti dua gua sebelumnya, kau justru melakukan caving di Gua Jomblang. Dilengkapi kelengkapan khusus yang cocok standar keamanan, kau akan menyusuri gua dengan berjalan kaki. Kamu akan mencapai perjalanan sunyi yang misterius.

Alih-alih ketakutan, kamu justru akan berdecak terkagum. Pasalnya, dasar gua ditumbuhi pohon-pohon besar yang saling merapat. Hutan di dalam gua menonjol amat subur. Sebaliknya, area di luar gua justru cuma berupa perbukitan karst.

# Cave Tubing Gua Kalisuci

Sama seperti di Gua Pindul, kau juga akan melaksanakan cave tubing di Gua Kalisuci. Malahan, arus sungainya cenderung lebih deras di Gua Kalisuci daripada Gua Pindul. Ketika tubuhmu memasuki relang gua, sinar sang surya perlahan lenyap. Cahaya yang tersisa berasal dari lampu sorot di helmmu.

Gelap. Terdengar bunyi tetesan air dari stalaktit. Tubuhmu konsisten mengarungi sungai meski keheningan mencekam. Terdengar kepak sayap kelelawar yang menambah tegangnya suasana. Mendebarkan sekalian mengasyikkan!

# Cave Tubing Gua Pindul

Akhir-akhir ini, objek liburan Gua Pindul kian populer. Aliran sungai di bawah perut guanya demikian itu menarik untuk dijelajahi. Nanti, kau akan mengerjakan cave tubing, gabungan antara caving dan body rafting.

Nikmati sensasi berenang dengan pelampung sembari menyusuri gua. Anggap saja kamu sekaligus menelusuri tapak tilas Joko Singlulung. Konon, Joko Singlulung mengembara menjelang Gua Pindul, hutan, dan gunung demi mencari ayahnya.

# Gunung Api Purba

Nglanggeran ialah gunung api purba, pernah aktif puluhan juta tahun yang lalu. Batu-batu besar menandai setiap langkahmu. Kau juga semestinya lewat lorong bebatuan yang sempit. Tidak lama kemudian, tepatnya 1,5 jam, kamu akan tiba di puncaknya yang memberi tahu panorama eksotis.

Mumpung berada di puncak, sekaligus saja menyambangi Dusun Tlogo Mardidho yang tak jauh dari situ. Dusun dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Berdasarkan kepercayaan setempat, jumlah kepala keluarganya tak boleh kurang maupun lebih. Jika ketentuan itu dilanggar, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

# Gunung Merapi

Jangan mengaku pernah berpetualang ke Kota Gudeg bila belum mendaki Gunung Merapi. Gunung berapi teraktif di Indonesia itu menawarkan jalur pendakian yang terjal sekaligus memesona. Ada banyak jalanan menuju lokasi, tetapi jalanan yang paling populer terletak di sisi utara melalui Desa Tlogolele di Kecataman Selo.

Pendakian memerlukan waktu 5-6 jam. Nanti, kamu akan melalui base camp, Pasar Bubrah, sampai walhasil menuju puncak. Panorama yang cantik terhampar dalam balutan kesunyian yang misterius. Tapi, estetika itu belum seberapa saat kamu sempat menyaksikan matahari terbit dari atas puncak.

Sumber: lebihbaik.newstipsindonesia.com

Woow Keren Hutan Mangrove Kulonprogo Tempat Selfie Bagi Yang Lagi Kasmaran

Satu lagi obyek wisata alam yang populer hadir di Propinsi Yogyakarta. Wisata hutan mangrove yang ada di wilayah Kelurahan Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Tempat Istimewa Yogyakarta yang akhir-akhir ramai dikunjungi pelancong.

Foto-foto obyek liburan ini dapat dengan mudah kita temui di pelbagai media sosial, mulai dari facebook, instagram, sampai path.

Di kawasan hutan mangrove yang memrentang di aliran Sungai Bogowonto, dan si kecil Sungai Bogowonto tersebut tak cuma ada satu spot tamasya, melainkan terdapat sebagian, dan satu di antaranya ialah Tamasya Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api.

“Di lokasi ini ada empat obyek liburan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat, dan Liburan Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api yang masuk kawasan dusun Pasir Mendit ini merupakan satu di antaranya” ujar Purwosarjono (65), satu di antara pengelola objek tamasya ini.

Jembatan api-api yang dipakai obyek wisata ini mengacu pada macam mangrove yang ada di kawasan tersebut yakni avicennia germinans atau yang diketahui dengan tipe api-api, dan sebuah jembatan yang melintang di anak Sungai Bogowonto.

Bambu
Jembatan yang dibangun dari bambu tersebutlah yang menjadi cikal bakal wilayah ini menjadi obyek tamasya yang hits. “Mulanya jembatan hal yang demikian dipakai oleh masyarakat untuk berkesibukan pergi ke pantai. Selain itu jembatan juga diterapkan oleh para pemancing yang datang dari luar tempat sini” ujar Purwosarjono.

Seiring berjalannya waktu, banyak pengunjung yang datang ke kawasan hal yang demikian untuk foto-foto di kawasan hutan mangrove, terlebih di atas jembatan. Salah satu hal yang paling menarik di lokasi ini ialah tersedianya sejumlah spot foto yang begitu menarik. Menurut Purwosarjono, setidaknya ada 10 titik foto dengan konsep yang berbeda-beda.

Kecuali jembatan yang menjadi ikon utama, jembatan melingkar berbentuk hati yakni titik favorit pengunjung untuk foto-foto. Ada juga titik pigura percintaan, yang dibangun menerapkan kayu dan berlatar hutan mangrove. Ada juga titik foto yang dilengkapi gitar raksasa dan berlatar hutan mangrove.

Wisatawan juga dapat menikmati ademnya berada di tengah tanaman mangrove api, karena pengelola sudah menyediakan trek pejalan kaki yang terbuat dari kayu.

Pondokan
Di tengah rimbunnya mangrove juga terdapat pondokan sederhana yang bisa diterapkan untuk bersantai. “Bagi pengunjung yang berkeinginan berkeliling hutan mangrove, dapat juga menaiki perahu dengan biaya Rp 5.000 tiap-tiap orangnya” ungkap Purwosarjono.

Untuk masuk kawasan tamasya yang tiap-tiap harinya dibuka dari jam 06.00 sampai 19.00 hal yang demikian pengunjung dikenakan biaya Rp 4.000 per orang. Demi kenyamanan pengunjung sejumlah fasilitas seperti kamar kecil, dan musala telah disediakan pengelola.
Sumber : travel.kompas.com

Amazing !!! Kebun Wisata Kurma Pasuruan, Pertama di Indonesia

Awal Mula Duta Tamasya Kurma
Pak Roeslan mulanya cuma seorang kernet truk yang sukses merealisasikan ide pembangunan liburan kurma. Lahan itu, katanya, tidak diminati oleh para pengembang. Sampai akhirnya, dia berusha menyulap lahannya menjadi wilayah tamasya.

Pak Roeslan berencana menanam sekitar 400 pohon dan masih menunggu sisa bibitnya dari pesantren yang sudah kontrak kerja dengannya. Ia malahan mengaku membeli bibit kurma dari Indonesia. Nah, sekiranya Anda mau berkunjung ke daerah wisata ini, cukup merogoh kocek Rp5ribu. Anda juga bisa berswafoto di pesawat Boeing 737.

Pak Roeslan menandakan, pohon kurma yang identik hanya tumbuh di gurun pasir ini dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia. Hal itu didorong dengan perawatan yang maksimal, mulai dari petumbuhan sampai perkembangan buah kurma.

Kecuali kurma, ada sejumlah buah khas Timur Tengah lainnya, ialah buah zaitun, buah tin, anggur, dan delima. Bukan cuma itu saja, di tempat tamasya itu Anda dapat melihat beragam koleksi unggas, mulai dari merak biru, merak putih, dan puluhan variasi burung lainnya.

“Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan olahan makanan dan minuman dari buah kurma, serta membeli batik motif kurma yang cuma terdapat di Kecamatan Sukorejo dan Duta Liburan Kurma” tambah Pak Roeslan.

Penanaman atau budidaya kurma umumnya cuaca musim panas yang panjang. Namun ternyata Indonesia sukses menanam kurma, bahkan lokasi hal yang demikian dijadikan daerah wisata.

Kurma berhasil ditanam di Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo dan sekarang menjadi Duta Liburan Kurma. Di lahan seluas 3,7 hektar itu, ratusan pohon kurma sudah ditaman dan sedang berbuah.
Sumber: Pasuruankab.go.id & warungkopi.okezone.com

Wisata Religi Toleransi 5 Agama: PUJA MANDALA NUSA DUA BALI

Pulau Bali merupakan destinasi utama wisata di Indonesia. Pulau Bali terkenal akan pantai yang indah dan menawan serta sebagai pusat agama Hindu di Indonesia.

PUJA MANDALA NUSA DUA BALI merupakan suatu destinasi wisata yang unik karena merupakan suatu kompleks yang menunjukan nilai toleransi beragama.

PUJA MANDALA NUSA DUA BALI memiliki tempat beribadah untuk 5 agama di Indonesia yaitu Islam, Hindu, Protestan, Katholik dan Budha. PUJA MANDALA NUSA DUA BALI berada di dekat Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) tepatnya di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali. Bangunan tempat ibadah di PUJA MANDALA NUSA DUA BALI berdiri bersebelahan dan damai menunjukkan indahnya kebhinekaan yang ika.

Puja Mandala Nusa Dua Bali didirikan tahun 1994 sampai tahun 1997. Masjid Ibnu Batutah di Puja Mandala Nusa Dua Bali yang sudah selesai pembangunannya bersamaan dengan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa serta Wihara Budhina Guna dibangun selesai di 2003.

Bangunan Masjid Ibnu Batutah di Puja Mandala Nusa Dua Bali berdampingan dengan tempat ibadah umat Hindu Pura Jagat Natha . Sedangkan Vihara Budina Ghuna tempat ibadah umat Buddha berdampingan dengan tempat ibadah umat Katolik Gereja Bunda Maria Segala Bangsa , dan didekatnya ada tempat ibadah umat Protestan Gereja Kristen Bukit Doa.

Di awal bulan Maret 2017 kemarin Masjid Ibnu Batutah di Puja Mandala Nusa Dua Bali digunakan oleh rombongan Raja Salman untuk sholat Jumat. Selain buat ibadah kelima tempat ibadah di Puja Mandala Nusa Dua Bali bisa digunakan untuk berfoto-foto.