Kunjungi 6 Tempat Wisata Alam di Jogja Ini, Jika Kamu Petualang Sejati!!!

Ingin berlibur ke Yogyakarta? Jogja banyak menawarkan berbagai obyek wisata yang menarik bagi wisatawan. Berikut Objek wisata alam di Jogja yang bisa anda kunjungi selama liburan di Jogjakarta:

# Arung Jeram di Sungai Elo

Kamu berkeinginan petualangan yang sedikit lebih santai dibandingkan beberapa destinasi sebelumnya? Bagaimana dengan mengerjakan arung jeram di Sungai Elo? Nikmati sensasi terombang-ambing di atas perahu karet dan dihantam derasnya arus sungai.

# Gua Jomblang

Tak seperti dua gua sebelumnya, kau justru melakukan caving di Gua Jomblang. Dilengkapi kelengkapan khusus yang cocok standar keamanan, kau akan menyusuri gua dengan berjalan kaki. Kamu akan mencapai perjalanan sunyi yang misterius.

Alih-alih ketakutan, kamu justru akan berdecak terkagum. Pasalnya, dasar gua ditumbuhi pohon-pohon besar yang saling merapat. Hutan di dalam gua menonjol amat subur. Sebaliknya, area di luar gua justru cuma berupa perbukitan karst.

# Cave Tubing Gua Kalisuci

Sama seperti di Gua Pindul, kau juga akan melaksanakan cave tubing di Gua Kalisuci. Malahan, arus sungainya cenderung lebih deras di Gua Kalisuci daripada Gua Pindul. Ketika tubuhmu memasuki relang gua, sinar sang surya perlahan lenyap. Cahaya yang tersisa berasal dari lampu sorot di helmmu.

Gelap. Terdengar bunyi tetesan air dari stalaktit. Tubuhmu konsisten mengarungi sungai meski keheningan mencekam. Terdengar kepak sayap kelelawar yang menambah tegangnya suasana. Mendebarkan sekalian mengasyikkan!

# Cave Tubing Gua Pindul

Akhir-akhir ini, objek liburan Gua Pindul kian populer. Aliran sungai di bawah perut guanya demikian itu menarik untuk dijelajahi. Nanti, kau akan mengerjakan cave tubing, gabungan antara caving dan body rafting.

Nikmati sensasi berenang dengan pelampung sembari menyusuri gua. Anggap saja kamu sekaligus menelusuri tapak tilas Joko Singlulung. Konon, Joko Singlulung mengembara menjelang Gua Pindul, hutan, dan gunung demi mencari ayahnya.

# Gunung Api Purba

Nglanggeran ialah gunung api purba, pernah aktif puluhan juta tahun yang lalu. Batu-batu besar menandai setiap langkahmu. Kau juga semestinya lewat lorong bebatuan yang sempit. Tidak lama kemudian, tepatnya 1,5 jam, kamu akan tiba di puncaknya yang memberi tahu panorama eksotis.

Mumpung berada di puncak, sekaligus saja menyambangi Dusun Tlogo Mardidho yang tak jauh dari situ. Dusun dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Berdasarkan kepercayaan setempat, jumlah kepala keluarganya tak boleh kurang maupun lebih. Jika ketentuan itu dilanggar, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

# Gunung Merapi

Jangan mengaku pernah berpetualang ke Kota Gudeg bila belum mendaki Gunung Merapi. Gunung berapi teraktif di Indonesia itu menawarkan jalur pendakian yang terjal sekaligus memesona. Ada banyak jalanan menuju lokasi, tetapi jalanan yang paling populer terletak di sisi utara melalui Desa Tlogolele di Kecataman Selo.

Pendakian memerlukan waktu 5-6 jam. Nanti, kamu akan melalui base camp, Pasar Bubrah, sampai walhasil menuju puncak. Panorama yang cantik terhampar dalam balutan kesunyian yang misterius. Tapi, estetika itu belum seberapa saat kamu sempat menyaksikan matahari terbit dari atas puncak.

Sumber: lebihbaik.newstipsindonesia.com

Woow Keren Hutan Mangrove Kulonprogo Tempat Selfie Bagi Yang Lagi Kasmaran

Satu lagi obyek wisata alam yang populer hadir di Propinsi Yogyakarta. Wisata hutan mangrove yang ada di wilayah Kelurahan Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Tempat Istimewa Yogyakarta yang akhir-akhir ramai dikunjungi pelancong.

Foto-foto obyek liburan ini dapat dengan mudah kita temui di pelbagai media sosial, mulai dari facebook, instagram, sampai path.

Di kawasan hutan mangrove yang memrentang di aliran Sungai Bogowonto, dan si kecil Sungai Bogowonto tersebut tak cuma ada satu spot tamasya, melainkan terdapat sebagian, dan satu di antaranya ialah Tamasya Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api.

“Di lokasi ini ada empat obyek liburan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat, dan Liburan Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api yang masuk kawasan dusun Pasir Mendit ini merupakan satu di antaranya” ujar Purwosarjono (65), satu di antara pengelola objek tamasya ini.

Jembatan api-api yang dipakai obyek wisata ini mengacu pada macam mangrove yang ada di kawasan tersebut yakni avicennia germinans atau yang diketahui dengan tipe api-api, dan sebuah jembatan yang melintang di anak Sungai Bogowonto.

Bambu
Jembatan yang dibangun dari bambu tersebutlah yang menjadi cikal bakal wilayah ini menjadi obyek tamasya yang hits. “Mulanya jembatan hal yang demikian dipakai oleh masyarakat untuk berkesibukan pergi ke pantai. Selain itu jembatan juga diterapkan oleh para pemancing yang datang dari luar tempat sini” ujar Purwosarjono.

Seiring berjalannya waktu, banyak pengunjung yang datang ke kawasan hal yang demikian untuk foto-foto di kawasan hutan mangrove, terlebih di atas jembatan. Salah satu hal yang paling menarik di lokasi ini ialah tersedianya sejumlah spot foto yang begitu menarik. Menurut Purwosarjono, setidaknya ada 10 titik foto dengan konsep yang berbeda-beda.

Kecuali jembatan yang menjadi ikon utama, jembatan melingkar berbentuk hati yakni titik favorit pengunjung untuk foto-foto. Ada juga titik pigura percintaan, yang dibangun menerapkan kayu dan berlatar hutan mangrove. Ada juga titik foto yang dilengkapi gitar raksasa dan berlatar hutan mangrove.

Wisatawan juga dapat menikmati ademnya berada di tengah tanaman mangrove api, karena pengelola sudah menyediakan trek pejalan kaki yang terbuat dari kayu.

Pondokan
Di tengah rimbunnya mangrove juga terdapat pondokan sederhana yang bisa diterapkan untuk bersantai. “Bagi pengunjung yang berkeinginan berkeliling hutan mangrove, dapat juga menaiki perahu dengan biaya Rp 5.000 tiap-tiap orangnya” ungkap Purwosarjono.

Untuk masuk kawasan tamasya yang tiap-tiap harinya dibuka dari jam 06.00 sampai 19.00 hal yang demikian pengunjung dikenakan biaya Rp 4.000 per orang. Demi kenyamanan pengunjung sejumlah fasilitas seperti kamar kecil, dan musala telah disediakan pengelola.
Sumber : travel.kompas.com