Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung
kali ini saya ingin mengajak anda untuk merasakan kelezatan masakan kaki lima di Bandung. Bagi sebagian orang, mungkin agak khawatir dengan higienitas masakan kaki lima. Namun saya akan mencoba menyajikan Top 20 masakan kaki lima di Bandung yang selain rasanya lezat, kebersihannya pun cukup terjaga. Dan pastinya, bebas dari tax and service charge. Hihihihi. Yuk, kita simak!

1.      Kupat Tahu Gempol

Dari namanya, sudah sanggup ditebak bahwa kuliner yang satu ini dijual di Jalan Gempol. Yup, betul sekali! Kupat Tahu Gempol berlokasi di Pasar Gempol, Jln Gempol Kulon No. 53, Bandung. Lokasinya berada di antara Jalan Dago dan Jalan Banda. Kupat Tahu Gempol yang sudah berjualan semenjak tahun 1975 ini juga membuka tiga cabang lainnya, yaitu di tempat Setiabudhi, Dago, dan Lapangan Gasibu. Bagi Klikers yang ingin menikmati kelezatan Kupat Tahu Gempol ini wajib bangkit pagi alasannya ialah mereka hanya berjualan dari pukul 05.30 – 10.00 pagi. Hmmm, nikmatnya kupat/lontong dengan tahu goreng dan tauge yang disiram dengan tauge! Ayo sarapan kupat tahu!
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Kupat Tahu Gempol

2.      Sop Kaki M. Syam, Banceuy

Siapa sangka di balik warung tenda sederhana di Jalan Banceuy itu dijual sop kaki yang tersohor alasannya ialah kelezatannya? Sop Kaki Kambing H Syam ini menyediakan aneka pilihan sajian menyerupai isian sop, daging, kaki, lidah, otak, jeroan, tulang rawan dari kambing. Kuah kaldunya itu mengandung aneka macam rempah sehingga sanggup menghangatkan badan penyantapnya. Harganya yang dekat dengan dompet juga menciptakan warung yang buka setiap hari pukul 17.30- 23.00 ini pun selalu laku pengunjung. Tapi bagi klikers yang tidak doyan atau menghindari daging kambing alasannya ialah alasan kesehatan, sop kaki sapi sanggup menjadi pilihan anda.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Sop Kaki M Syam

3.      Bubur Otong

Jika melewati jalan Jenderal Sudirman dekat tempat Pasar Andir, jangan lupa berhenti untuk merasakan bubur ayam Pak Otong. Pak Otong ialah generasi kedua semenjak ayahnya, Pak Handun, berjualan bubur ayam semenjak tahun 1947. Rasa buburnya yang gurih dengan suwiran ayam besar-besar menciptakan Bubur Otong tak pernah sepi pengunjung walaupun harus diakui kadang sesekali akan timbul semilir busuk pasar. Bubur ayam yang disajikan tanpa kerupuk ini dijual setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 01.00 dini hari. Uniknya, bubur ayam Pak Otong ini disajikan tanpa kerupuk.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Bubur Otong

4.      Nasi Goreng Bistik Sapi AA

Berlokasi di Jalan Astana Anyar 264, Bandung, nasi bistik AA berjualan pukul 17.30 hingga tengah malam atau hingga habis. Tersedia aneka macam macam sajian seperti: Nasi Bistik, Nasi Cah Jamur, Nasi Puyunghai, Nasi Capcay, Nasi Kuluyuk, Nasi Goreng Bistik, Mie Goreng, Mie Kuah, Kwetiaw Goreng, dan Bihun Goreng. Namun sajian andalannya tentu saja nasi goreng bistik, yaitu nasi goreng yang diberi daging ayam goreng tepung yang renyah, dipadukan dengan kentang goreng, wortel dan buncis.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Nasi Goreng Bistik Sapi AA

5.      Bebek Ali (Bebek Borromeus)

Kenikmatan dari belibis yang dijual di sebuah tenda di belokan seberang pintu selatan RS Borromeus (Tepatnya di Jalan Hasanuddin 8, Bandung) sudah dikenal seantero Bandung. Bebeknya empuk, lezat, dan juga tidak amis. Rasa sambalnya juga pas, nggak terlalu menggigit. Benar-benar bikin ketagihan, deh! Setiap harinya Bebek Borromeus ini mulai berjualan pukul 17.00 dan kadang pukul 19.00 pun stok bebeknya sudah habis.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Bebek Borromeus

6.      Gudeg Bu Ratna

Bagi para penikmat gudeg yogya, yaitu gudeg dengan ciri khas rasa anggun yang dominan, Gudeg Bu Ratna sanggup jadi salah satu pilihan menarik. Bagi saya, rasanya nggak kalah enak dari Gudeg Banda. Gudeg dari nangka muda yang lembut dan anggun disantap bersama kerecek yang gurih dan sedikit pedas, tahu bacem atau tahu putih, telor, daging ayam kampung berpadu dengan kuah opor yang gurih. Wah, sanggup tambah nasi panas dua porsi nih! Bisnis gudeg yang dimiliki oleh Ratnasari Anggoman ini dimulai semenjak tahun 1992 dan sekarang telah mempunyai 14 cabang. Salah satunya yaitu berlokasi di sebuah tenda sederhana dipersimpangan jalan Pasirkaliki dan jalan Semar.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

nasi gudeg bu ratna

7.      Ayam Bakar Madu Warung 97 (Nasi Uduk Cinta)

Hahaha…. Nama tempatnya agak alay memang, namun kelezatan menunya tidak perlu diragukan. Di warung tenda yang berlokasi di Jalan Rajiman ini (seberang Tomodachi café), sajian yang tersedia antara lain: ati ampela, sate usus, pecel lele, nasi uduk, dan tentu saja favoritnya ialah ayam bakar madu.  Porsi nasi uduknya besar dan mengenyangkan, dan kol gorengnya juga crispy. Manis madu yang berpadu dengan manisnya kecap pastinya menciptakan anda jatuh cinta dengan ayam bakar madu Warung 97 ini. Eitts! Jangan salah masuk tenda, ya alasannya ialah tenda di sebelahnya pun sama-sama menjual nasi uduk.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Ayam Bakar Madu

8.      Batagor Hanjuang, Jalan Astina

Singkatan dari BAso TAhu GOReng, kuliner yang satu ini ialah santapan khas Bandung banget. Klikers pasti sudah pernah mendengar perihal Batagor Riri atau Batagor Kingsley. Tapi kali ini saya mau merekomendasikan Batagor Hanjuang, yang dijual di sebuah gerobak persis di depan Rumah Makan Anugrah, di Jalan Astina (belakang Istana Plaza). Batagornya nggak terlalu berminyak, ikan tenggirinya cukup terasa dan bumbu kacangnya juga enak. Untuk khas masakan kaki lima, Batagor Hanjuang ini TOP banget rasanya. (Kuliner kaki lima lho, ya! Jangan disamakan dengan Batagor Kingsley atau Riri :p)
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Batagor Hanjuang

9.      Soto Sulung Cilaki

Buat yang suka soto sulung, boleh coba yang dijual di sebuah warung tenda di Jalan Cilaki. Nikmatnya soto dengan daging dan jeroan dengan paduan kuah kuningnya yang kental dan gurih. Bisa juga menggunakan embel-embel telur rebus. Bagi para pencinta pedas, jangan lupa bubuhkan sambal. Muantaap!
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Soto Sulung CIlaki

10.     Bakso Malang Cipaganti

Bakso… bakso… yuk kita nge-bakso! Setiap pencinta bakso wajib mencoba Bakso Malang Cipaganti. Usaha ini dimulai oleh H. Muhammad Syahroni di Malang tahun 1978 kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Rony Yulianto. Awalnya bahkan bakso malang cipaganti ini dijual berkeliling. Setelah dua tahun berjualan berkeliling ia kemudian membuka dua warung di perempatan Pasteur dan Jalan Cipaganti (sebelah Masjid Raya Cipaganti), dan hingga sekarang gerainya semakin bertambah. Rahasia baksonya yang empuk dan enak ialah alasannya ialah Rony lebih banyak menggunakan daging dibandingkan kanji. Baksonya juga sehat alasannya ialah tidak menggunakan materi kimia. Untuk dagingnya menggunakan daging bab paha tanpa lemak, sedangkan untuk bakso urat dicampur dengan daging bab iga.
Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung
Bakso Malang Cipaganti

11. Sate Anggrek

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Sate Anggrek

Bagi para penggemar sate, Anda sanggup mencoba Sate Anggrek. Dinamakan Sate Anggrek alasannya ialah lokasinya yang terletak di Jalan Anggrek, bersimpangan dengan Jl Riau. Anda niscaya akan gampang menemukannya alasannya ialah asap dari pembakaran sate biasanya tampak mengepul hingga ke jalan. Beberapa sajian yang tersedia ialah sate ayam, sate sapi, sate kambing, dan ada juga sate telur. Satenya enak dengan ukuran yang cukup besar, tidak berbau, dan dagingnya pun empuk. Di sini juga dijual soto sulung yang rasanya juga lezat. Sate Anggrek ini mulai dijual dari sore hingga malam hari.

12. Bakmi Lezat Gg Luna

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Mie Lezat Gg Luna

Di Jalan Jenderal Sudirman, tidak jauh dari Pasar Andir, Anda akan mendapati sebuah gang yang berjulukan Gang Luna. Nah, di dalam gang itulah Anda akan menemukan Mie Lezat yang dijual di sebuah gerobak. Sesuai dengan namanya, Mie Lezat yang juga dikenal sebagai Mie Gang Luna ini rasanya sangat lezat. Mie Lezat Gang Luna ini sudah dijual semenjak lebih dari 20 tahun yang kemudian dan hingga hari ini Mie Lezat Gang Luna masih menjadi favorit masakan Bandung. Rasakan kelezatan semangkok mie yamien (asin atau manis) dengan semangkuk kuah bakso dan pangsit. Mie-nya yang kurus-kurus terasa kenyal dan lezat, kuahnya pun tidak terlalu berminyak. Bakso tahu kuahnya pun enak.

13. Roti Bakar 234 Gang Kote

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Roti Bakar Gg Kote

Jika Klikers sedang melintasi Jalan Jenderal Sudirman, jangan lupa mampir sejenak di Gang Kote, tepatnya di penjual Roti Bakar 234. Apa yang membedakan Roti Bakar 234 dengan roti bakar lainnya ialah perpaduan rotinya yang padat namun tidak keras dengan topping-nya yang berlimpah-ruah, mulai dari topping meises, keju, hingga kornet. Dan menjadi tepat alasannya ialah proses membakarnya yang menggunakan bara arang menawarkan aroma yang berbeda. Lezatnya juara! Roti Bakar 234 ini mulai buka pukul 14.30 hingga 22.00

14. Lotek Kalipah Apo 42

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Lotek Kalipah Apo

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

asinan

Klikers, ayo kita rajin-rajin makan sayuran! Bagi para pencinta lotek, jangan lupa untuk mencoba Lotek Kalipah Apo 42, tempatnya di Jalan Kalipah Apo 42. Nikmati lezatnya setumpuk sayuran yang terdiri dari kol, tauge, kacang panjang, bayam, kangkung, nangka muda, tempe dan lontong berpadu dengan bumbu kacang anggun gurih yang halus dan kental dan aroma kencur. Jangan ketinggalan juga kerupuk udangnya. Selain menjual lotek, Lotek Kalipah Apo yang sudah beroperasi semenjak tahun 1953 ini juga menjual gado-gado, asinan sayur, asinan buah, rujak buah dan rujak bencong yang tak kalah enaknya. Tempat ini buka hari Rabu-Senin (hari Selasa tutup) jam 09.00 – 16.30.

15. Bubur Gibas

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Bubur Gibas

Selain Bubur Otong, salah satu bubur yang wajib dicoba di kota Bandung ini ialah Bubur Gibas. Bubur Gibas ini lebih cocok disebut sebagai “ayam pakai bubur” saking banyaknya suwiran ayam kampung dalam setiap porsi buburnya. Rasanya juga sudah enak tanpa perlu ditambah merica ataupun MSG yang disediakan untuk pengunjung. Bubur Gibas yang disajikan dengan cakueh namun tanpa kerupuk ini berlokasi di Jalan Kebon Jati, tepatnya di seberang RS Kebonjati, Bandung. Buka semenjak pukul lima sore hingga habis.

16. Martabak Nikmat Andir

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Martabak Nikmat Andir

Sejujurnya Klikers, saya menentukan tutup mata setiap kali memesan martabak daripada saya ngeri ketika melihat penjualnya mengoleskan mentega atau margarine dalam jumlah yang “too much” ke atas campuran martabak. Nah, tapi tidak demikian dengan Martabak Nikmat Andir. Mentega yang dipakai hanya dalam dosis secukupnya sehinggga martabak tidak terlalu berminyak (dan perasaan bersalah pun berkurang :p). Rasanya sesuai dengan namanya: nikmat! Martabaknya lembut dan manisnya tidak menciptakan giung. Topingnya juga majemuk dan salah satu yang recommended adalah martabak jagungnya. Martabak yang terletak di tempat Pasar Andir di Jalan Jenderal Sudirman No 413 ini juga menjual martabak tipis dengan isi parmesan parut. Yummy….

17. Bakmi Jogja Bengawan

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Bakmi Jogja Bengawan

Ini ia masakan khas Jogja di kota Bandung. Dinamai Bakmi Jogja Bengawan alasannya ialah memang dulu lokasi berjualannya di Jalan Bengawan, namun sekarang sudah pindah ke Jalan Riau No 183 (Taman Pramuka), Bandung. Menu mie andalannya adalah godhok atau rebus, goreng dan juga nyemek(dengan sedikit kuah). Dimasak dengan arang, mie jogja dengan telur, potongan ayam dan kol ini rasanya sangat menggugah selera. Untuk minumannya, cobalah pesan teh poci gula batu. Teh tubruk panas yang disajikan dalam poci ini terasa anggun dan semakin nikmat berkat gula watu dalam cangkirnya.

18. Cuanki Serayu

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Cuanki Serayu

Ini ia sajian wajib masakan kaki lima. Cuanki Serayu! Walaupun namanya berbau-bau China, bahwasanya Cuanki ialah kependekan dari “Cari uang jalan kaki”. Namun konon kuliner ini memang diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa di Bandung yang dijajakan berkeliling. Penganannya sendiri berupa baso, siomay, dan batagor dengan kuah bening. Kalau mau makan cuanki yang enak, ya Cuanki Serayu! Buka semenjak tahun 1997 dan beralamat di Jalan Serayu No. 2, Bandung, bersiaplah ngantri bila tiba ke sana alasannya ialah tempatnya nyaris selalu penuh. Walaupun tempat berjualannya sangat sederhana, namun Cuanki Serayu menggunakan bahan-bahan baku yang berkualitas. Rasa gurih ikan tenggiri begitu terasa pada siomaynya yang kenyal dan juga kuahnya. Cuanki Serayu buka setiap hari pukul 10.00 – 18.00.

19. Pempek Rama

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Kapal Selam Pempek Rama

Tak perlu jauh-jauh ke Palembang untuk menikmati kelezatan penganan dari ikan tenggiri ini. Di Bandung pun Anda sanggup menikmatinya. Jalan-jalan saja ke Jalan Rama dan walaupun di sepanjang jalan ini ada beberapa rumah makan yang menjual pempek, namun pempek yang paling enak ialah Pempek Rama. Kapal Selam (pempek dengan isi telur di dalamnya) dan lenggang (pempek yang dipotong-potong kemudian dicampur dengan campuran telur dan digoreng) menjadi dua sajian yang wajib dicoba bila Klikers tiba ke sini. Ada juga lenjer, adaan, kapal selam kecil, pempek kulit ikan dan pempek bakar. Rahasia kelezatan Pempek Rama ada di kuah cukanya. Anda sanggup pilih kuah cuka pedas atau tidak. Campurkan keduanya untuk menghasilkan rasa pedas yang tidak terlalu menggigit. Sayangnya, Pempek Rama ini tutup setiap hari Minggu.

20. Iga Bakar Si Jangkung

Explore Bandung: 20 Kuliner Top Kaki Lima Bandung

Iga Bakar Si Jangkung

Kalau biasanya untuk makan iga tangan kita harus siap berlepotan untuk menyuwir dagingnya hingga tandas dari tulang iga, maka Iga Bakar Si Jangkung menjamin tangan kita tetap higienis selama bersantap alasannya ialah dagingnya sudah dilepas dari tulangnya dan dipotong-potong kecil. Keunikan lainnya, iga bakarnya disajikan di atas piring tanah liat semoga tetap panas dan semakin beraroma. Dagingnya empuk (bisa pilih daging sapi atau daging kambing) dengan rasa anggun gurih dan berempah, ditambah potongan tomat dan irisan bawang merah dan cabai… wow, Klikers! Satu piring nasi putih panas itu nggak cukup deh rasanya! Iga Bakar Si Jangkung berlokasi di sebuah warung tenda di Jalan Cipaganti No 75G, Bandung sebelum Masjid Cipaganti.
Tunggu review masakan selanjutnya yaa..


Sumber http://mpadlee.blogspot.com