Tempat Liburan Terbaik di Indonesia: Hubungan Sesak Napas Dengan Cemas Berlebih

Kecemasan berlebih yakni kecemasan yang sudah tidak masuk akal artinya kecemasan tersebut mengganggu kehidupan penderita sehingga kuat pada aktifitas kesehariannya.

Kecemasan yang masuk akal misalnya saat orang cemas alasannya yakni berada di depan kompor yang selang gasnya terbakar sehingga hampir-hampir saja meledakan tabung gas, kalau ini cemas beneran .. . heheeh. Kecemasan berlebih yakni cemas pada sesuatu yang tidak perlu dicemaskan misalnya selalu berpikir akan kematian, cemas bahwa menderita penyakit yang berat padahal ini hanya dugaan sendiri saja.

Orang yang cemas menyerupai ini di kurun digitalisasi dan internetisasi ini biasanya pribadi mencari masalahnya diinternet, misal “ciri-ciri sakit …. ” . Kemudian bukannya sakitnya mereda tapi malah “merasa” semakin parah dan ciri-ciri yang disebutkan diinternet berasa menyerupai memang yang dirasakan. alasannya yakni ada penyakit yang fisik juga ada penyakit yang dari psikologis sehingga mensugesti kinerja dari organ-organ tertentu.

Nah kali ini aku membahas wacana “Sesak napas” dan “kecemasan berlebih / anxiety disorder / gangguan kecemasan”. Orang yang belum pernah mencicipi keadaan ini niscaya tidak ngerti, dan susah ber-empati kepada penderita alasannya yakni disisi lain sipenderita merasa nyawanya terancam sedang disisi lain orang merasa si penderita baik-baik saja atau menilainya mengalami gangguan jiwa.

O iya sedikit selipan, gangguan jiwa berdasarkan aku yakni bukan sebuah penyakit yang hina, alasannya yakni penyakit jiwa dapat diderita oleh siapa saja tergantung itu kondisi nya ringan ataukah berat, dan niscaya semua dapat disembuhkan.

Oke, kembali lagi ke sesak napas, Sesak napas yang aku bahas disini bukan sesak napas yang diakibatkan oleh penyakit tertentu tapi sebuah “sesak napas” yang diakibatkan oleh alasannya yakni kecemasan, atau alasannya yakni sesak napas nya itu sendiri. artinya dapat sesak napas dulu gres cemas, atau cemas dulu gres sesak napas, dapat muter terus sehingga dinamakan “lingkaran setan”.

Sesak napas ini berdasarkan aku berasal dari yang namanya “hyperventilasi” atau terlalu banyak menghirup napas, alasannya yakni orang merasa sesak napas sehingga ia berusaha untuk mengambil napas ,tapi malah kebanyakan dan terlalu sering sehingga mengakibatkan hyperventilasi dan inilah yang malah menciptakan merasa semakin sesak napas dan bertambah cemas.

Logikanya yakni saat kita terlalu sering menarik napas dan terlalu cepat (terburu-buru) biasanya tidak disertai dengan pengeluaran napas yang baik, dalam artian tidak memperhatikan bagaimana keluarnya napas, jadi napas yang keluar masih mengganjal di dada sedikit alasannya yakni terlalu buru-buru mengambil napas , dan begitu selanjutnya seperti napasnya pendek padahal masih ada sisa udara yang masih belum dikeluarkan.

Lalu bagaimana napas yang baik, napas yang baik berdasarkan aku yakni napas perut, alasannya yakni napas ini yakni napas alami, coba perhatikan anak bayi niscaya memakai napas ini , yaitu saat menarik napas perut mengembang saat keluar napas perut mengempis bukan sebaliknya.

Perhatikan juga bagaimana keluar masuknya napas, usahakan pelan-pelan saja jangan terburu-buru, pengeluaran napas juga merupakan hal yang penting dan butuh perhatian juga tidak kalah pentingnya dengan menarik napas. Usahakan keluar napas hingga habis, ini kuncinya, kemudian jangan terlalu memaksa napas maksudnya yakni jikalau terbiasa pendek ya pendek tidak usah terlalu dalam, sewajarnya saja, nanti kalau sudah terbiasa lama-lama dalam sendiri.

Demikian sekilas, agar bermanfaat.
Sumber http://alamtradisional.blogspot.com/