Tempat Liburan Terbaik di Indonesia: Lestarikan Hutan Hanya Celoteh Belaka

Pagi ini menyerupai biasa saya berolahrag, lari-lari kecil di depan rumah yang penuh dengan pepohonan rimbun, ada bunga-bunga juga, ini ialah sesuatu yang menakjubkan di tengah-tengah pembangunan yang semua tanah ditanami dengan besi dan batu-batuan yang menjulang tinggi mencakar langit.

Tiba-tiba saja tiba bokap membawa gunting yang sangat besar, bagai raksasa yang siap membumi hanguskan semua flora yang ada di halaman rumah, sebagai seorang satria lingkungan saya eksklusif berubah  menjadi spiderman dan menghalangi si bokap untuk memotong tanaman-tanamanku, tapi ternyata si bokap mendapat dukungan dari oma, dan oma pun mengompor-ngompori untuk memotong bunga-bunga ku.

Namun hal itu berhasil saya gagalkan karena saya marah-marah, dan saya mengancam bila tanaman-tanamanku di musnahkah maka akan saya potong juga pohon mangga, pohon jambu, pohon nongko londo, pohon sawo. Karena itu punya bokap… hahhaha .. . jadinya gue menang juga.

Memang orang jaman kini itu aneh, suka latah mengikuti apa yang dilakukan orang tanpa berpikir memakai budi apa maksud dan tujuan yang mendasari sikap tersebut.

Tanaman yang hijau rimbun itu khan bermanfaat untuk meredam polusi yang diakibatkan oleh mesin-mesin dijaman kini apalagi kendaraan bermotor semakin banyak jumlahnya, tentu ini sangat bermafaat sekali, selain itu flora juga sanggup menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkah makhluk  hidup untuk sanggup tetap hidup.

Bahkan saya sangat geram sekali ketika melihat info gunung-gunung di keruk hingga menjadi sebuah kubangan yang sangat besar, mereka bukanlah orang yang bodoh, bahkan orang yang pintar tapi tidak pernah memakai akal, tidak memikirkan dampaknya di masa depan, karena gunung-gunung merupakan pasak bumi, pantas saja bila dikala ini banyak terjadi banjir, tanah longsor, gempa di banyak sekali daerah, tidak lain ialah karena ulah keserakahan manusia.

Banyak lahan penghijauan yang dikala ini menjadi tempat pemukiman, malah banyak di jadikan tempat bisnis, menyerupai area wisata yang tidak ramah lingkungan karena banyak merubah struktur dari tempat aslinya dan malah cenderung menghasilkan banyak sampah plastik di sekitar area tersebut karena kita tau masyarakat kita belum banyak yang sadar wacana kebersihan lingkungan.

Hewan-hewan dihutan banyak yang kelaparan kehilangan tempat tinggal karena hutan banyak ditebangi, jadi jangan salahkan kalau mereka mencari makan ke tempat pemukiman, selain itu cara berpikir orang jaman kini sudah banyak berubah pokonya apa saja  yang sanggup dijadiin duit atau sanggup dijual maka secara besar-besaran mereka akan melaksanakan hal tersebut untuk mendapat uang.

Nah masalahnya kemudian, untuk apa uang bila semua nya sudah musnah, mau beli sayur? khan lahannya sudah jadi tempat bangunan semua. Mau makan daging??? kambingnya pada mati, rumput kagak ada yang tumbuh alasannya semua permukaan bumi sudah bermetamorfosis aspalan, atau plesteran.

Bahkan pernah suatu bencana bunga itu harganya sanggup mencapai ada yang 4jt, 5jt padahal kalau saya lihat itu bunganya biasa saja, malah lebih lezat menanam buah jambu karena buahnya sanggup di makan, ini pada gila apa bunga yang tidak lezat dimakan sanggup laris seharga jutaan, Juga akhir-akhir ini banyak yang gila batu. padahal khan cuma batu, kalau ini memang indah sih, saya sendiri juga menggemarinya , namun kalau harganya sudah mencapai puluhan bahkan ratusan juta, ini saya pikir cuma ajang bisnis saja.

Oleh alasannya itu marilah kita lestarikan lingkungan, melaksanakan penghijauan , memakai materi yang ramah lingkungan biar alam tetap lestari untuk generasi nanti.
Sumber http://alamtradisional.blogspot.com/