Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

Kisah menarik bersama “Laskar Babi” sebuah genk dadakan yang dibuat bersama sahabat saya di Pare, Kediri ialah ketika Kami melaksanakan petualangan seru di Pulau Sempu, Malang pada pertengahan Juni 2010. Obrolan hangat ihwal pulau ini memang sudah usang dibicarakan bagi para pengkursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare Kediri. Hal ini sudah menjadi wacana kami untuk melaksanakan ekspedisi terakhir sebelum saya dan teman-teman berpisah (he…he.. tapi tidak menghentikan tali silaturahmi kami) alasannya ialah contact dan hubungan batin tetap terjaga. Selain memiliki tempat yang eksotis dan belum terjamah, Sempu memang rajanya dalam hal melintasi rintangan. Di sini kita benar dipacu adrenalin untuk hingga di tempat itu. Pokoknya hal seru dan gila sanggup kita dapatkan di sana. 8 Orang dari Genk kami “Laskar Babi”  ditambah 9 orang dari sahabat kami di Daffodils, Pare Kediri (Keterangan : Sebuah tempat kursus Bahasa Inggris khusus Kelas Percakapan) memutuskan untuk merencanakan perjalanan ini. Mula-mula dengan kehadiran guru kami Mr Pepsi. Tapi lantaran ada keperluan ia karenanya tidak sanggup ikut melaksanakan petualangan bersama kami. Rapat persiapan diadakan di Sanjaya sebuah tempat nongkrong bagi anak-anak kursus Pare yang populer dengan Hot Chocolate-nya. Salah satu dari sahabat kami Bintang menceritakan ihwal pulau ini. Maklum ia ialah satu-satunya orang yang pernah melaksanakan ekspedisi ini sebelum kami. Sempu itu tidak seindah ibarat yang elo bayangkan !, Akses menuju kesana perlu keberanian, perlu sabung nyali. Terlebih jikalau ekspresi dominan hujan ibarat ini. Bisa gila lo !. Wah bayangan seketika menjadi aneh ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bintang. Sebelumnya, saya juga pernah mendengar ihwal sulitnya saluran ke sana. Sebab tempat ini tidak menyediakan aneka macam macam kemudahan ibarat tempat Wisata lainnya. Pulau ini sanggup dikatakan sebagai pulau terpencil belum terjamah berdasarkan sahabat saya dan Bintang “Mikha”, sahabat satu kamp Bahasa Inggris di Zeal, Pare, Kediri.

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

   Hot Chocolate Sanjaya

Rapat Persiapan 
Pada malam itu dengan ditemani Hot Chocolate dari Sanjaya kami memutuskan siapa saja yang ikut dengan kami, dan perlengkapan apa saja yang harus di bawa pada ketika kami berpetualang. Maklum program ini juga merupakan program perpisahan bersama teman-teman kami di Daffodils.
Dari genk kami “Laskar Babi” keseluruhan anggota bersedia ikut :
Saya, “Pangki”, Bintang, Hadi, Solichan, Arum, Dian, Evi, dan April
total = 8 orang
Dari kelas Daffodils
Mr Edy, Jefri, Adi, Cuplis, Eva, Qori, Airine beserta temannya, Irine
total = 9 orang
Keseluruhan Total 17 Orang.

Mula-mula sahabat kami Hida memutuskan untuk ikut, tapi berhubung penyakit gatal mendera seluruh tubuhnya karenanya ia membatalkan planning itu. Pada rapat persiapan Bintang sahabat kami juga tidak menyetujui adanya sahabat kami yang masih di anak-anak “belum punya KTP” untuk ikut berpetualang bersama kami. Dikarenakan medan yang sulit dan mungkin juga belum sanggup mengendalikan emosinya secara penuh. Rintangan yang ditempuh memang bukan main-main. Terlebih pada waktu itu masih ekspresi dominan hujan. Tapi saya dan teman-teman menyampaikan kepercayaan kepadanya. Bahwa kita sanggup saling menjaga satu sama lain. Lalu bagaimana dengan perlengkapan “apa saja yang harus dibawa oleh kami”, dan berapa biaya yang dikeluarkan oleh kami untuk melaksanakan petualangan ini. Teman kami Mr Eddy berkata melihat kondisi geografisnya yang masih belum terjamah. Sama ibarat apa yang dikatakan oleh Bintang rasanya kita harus membawa segala sesuatu yang sanggup melindungi badan kita. Hand Glovers/ sarung tangan dan sepatu ialah dua hal yang harus dibawa selain bekal makanan. Usahakan jangan membawa bekal masakan yang terlalu memberatkan pada ketika kita berpetualang. Diusahakan secukupnya, alasannya ialah di tas juga harus di bawa baju dan celana renang, maklum Sempu adalah lokasi petulangan pantai tak bertuan. Dan yang paling utama ialah air minum yang banyak semoga kita tidak dehidrasi pada ketika kita melaksanakan perjalanan ini. Diusahakan  juga membawa coklat, sebagai sumber energi ketika melaksanakan petualangan ini.
Diambil kesimpulan terhadap segala sesuatunya pada malam itu. Dengan biaya Rp 100.000,-/ orang termasuk pembelian makan nasi bungkus untuk 2 kali makan pada ketika perjalanan. Kita semua setuju bahwa tanggal 19 Juni 2010 jam 10 malam , kita berangkat !
12 jam menjelang keberangkatan


Setelah test TOEFL di Elfast untuk terakhir kalinya pada jam 10.00 tepat. Saya bergegas untuk hunting sepatu murah di kota ini. Mika sahabat saya menyampaikan lebih baik pake sepatu murah melihat kondisi medan yang becek dan berlumpur. Sayang sepatu lo katanya !. Berbekal kisah itu karenanya saya memutuskan untuk membeli sepatu murah. Harga kisaran dari sahabat saya Mikha sekitar Rp. 15.000,- . Wah pandangan gres yang manis bagi saya. Melaju dengan sepeda ontel khas Kampung Inggris, Pare – Kediri saya memburu sepatu murah ini. Mula-mula saya menuju toko yang dikatakan oleh Mikha, namun sepatu ini ternyata habis. Pelayan toko menyampaikan bahwa pada ketika ekspresi dominan liburan, sepatu murah ini laris keras. Banyak para pengkursus di Pare membeli sepatu ini untuk dikenakan ketika berpergian ke beberapa tempat Wisata di Bromo, Lombok dan juga Sempu. Pelayan toko ini menyampaikan coba cari toko sepatu di sekitar alun-alun kota ini. 2 hingga 4 toko saya tanyakan kemudian di Toko ke 5 saya mendapatkan. Pas sekali dengan saya. Model sepatu warrior murah ini tidak terlihat necis bagi saya, dan terbilang nyaman di pake. Dengan menambahkan atribut tali, sepasangnya dijual Rp. 5.000,-  menambah kenyamanan untuk pemakainya. Harap diketahui bahwa sepatu ini dijual tanpa tali sepatu. Setelah itu saya bergegas ke Kreshna Market. Coklat, Snack dan beberapa minuman menjadi bekal saya selanjutnya. Untuk sarung tangan saya sudah punya. Handphone berbunyi. Bintang, Hadi, dan Solichan menghubungi saya untuk mencari persewaan mini bus untuk melaksanakan perjalanan Wisata ini. Didapat persewaan mini bus sekitar Rp 1.300.000,- dengan uang muka sebesar Rp. 900.000,- sisanya dibayar ketika pulang dari Sempu. Mini Bus ini dikatakan berkapasitas 19 orang ditambah supir jadi kami rasa tidak perlu khawatir untuk melaksanakan perjalanan ini.
Setelah semua fixed kami memutuskan untuk menunggu hingga malam tiba.
It’s Time To Go…….
Jam 10 sempurna kami berangkat. Waktu dan kondisi teman-teman yang terasa lelah menciptakan saya dan teman-teman memutuskan untuk berbicara sebentar dan melajutkan perjalanan dengan tidur hingga pagi tiba. (Walaupun pada kenyatanya saya tidak sanggup tertidur pulas lantaran sisa tidur sebelum berangkat selama 2 jam). Saya masih sempat melihat sejenak mini bus melewati daerah blitar sebelum karenanya tiba di tempat tujuan kami. Pagi benar sekitar jam 04,.00 (enam jam perjalanan dari Pare – Sendang Biru (Malang Selatan) kami karenanya tiba.
(Sebagai Informasi Sendang Biru adalah daerah pantai dan dermaga, Di mana kita harus melewati deburan ombak bahari sebelum kita hingga ke Pulau ini. Perjalanan untuk menyeberang biasanya memakai bahtera  khas nelayan yang biasa dipergunakan oleh para nelayan untuk menangkapa ikan. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 50.000,- untuk satu bahtera berkapasitas 9-10 orang, dengan perjalanan selama 10-15 menit).
Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan SempuTravel/en/resource/show/banner/39″ />
Jam 4 pagi kami tiba, tanpa bunyi dengan kesunyian pagi ketika itu. Tepat di depan mushola mini bus kami di parkir. Beberapa orang dari sahabat saya sudah nampak bersiap di halaman depan mushola, tapi nampaknya  Adzan Subuh belum berkumandang hingga jam 04.30 pagi. Jangankan kumandang adzan, air yang menjadi media  pembasuh kita dalam berwudhu juga mati. Kami menunggu hingga jam 05.30 pagi, sesudah itu gres   salah satu petugas di Mushola itu keluar dan menyalakan air keran. Kami semua bergegas untuk shalat berjamaah walaupun telat. Setelah Shalat Subuh. Kami mencoba melihat pemandangan sekitar. Wah ternyata belum hingga ke pulaunya saja sudah nampak butiran pasir putih di sekitar dermaga. Kami mencoba bertanya kepada salah seorang nelayan yang gres pulang dari menangkap ikan. Pukul berapa bahtera ini sanggup mengantarkan kami ke Pulau Sempu ?, Nelayan itu menjawab biasanya pukul 09.00 pagi tetapi berhubung cuaca ekstrim kami majukan mas jadi Pukul 07.00 kita berangkat. Nelayan itu berkata diharap hati-hati dan berlaku sopan. Sebab wilayah ini merupakan hutan tidak berpenghuni tidak ada petunjuk yang terang hanya jalan setapak yang menjadi petunjuk, dan pantainya walaupun ditutupi oleh cekungan akan tetapi termasuk ke dalam wilayah Pantai Selatan yang berbatasan eksklusif dengan Samudera Pasifik. Mendengar perkataan seorang nelayan tadi. Rasa khawatir dan saling menjaga satu sama lain kian bertambah. Terlebih saya pribadi ketika dalam perjalanan itu agak bersitegang dengan salah satu sahabat saya, yang mengeluarkan kata tidak sopan !.
Setelah menunggu 1 jam sempurna pukul 07.00 kami berangkat !
Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

     Waktunya Berangkat

Sempu I’m Coming !

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

    Eksis Dulu Ach …

Melewati perjalanan dengan bahtera nelayan yang diiringi oleh deburan ombak yang cukup besar di pagi itu menciptakan kami mencicipi euphoria yang luar biasa. Terlebih saya melihat ubur-ubur yang tiba-tiba muncul ke permukaan laut. Bintang sahabat saya berteriak awas jangan dipegang Mr. Pangki ubur-uburnya mengeluarkan racun. Nelayan yang mengantarkan kami tampaknya tidak bahagia dengan tingkah kekanakan saya dan teman-teman. “Kalian gres menyeberang saja sudah menciptakan onar” Ingat kalian jangan sekali-kali merusak ekosistem di sana. Hutan-hutan di wilayah ini merupakan hutan konservasi ! Kami semua termangu sejenak. Sekitar 15 menit perjalanan karenanya kami tiba.
Nelayan mencoba mendorong perahunya ke tepian tapi bagi kami ketika itu belum hingga ke tepian. Nelayan  itu berkata sudah sana turun ! Mula-mula kami tidak mau turun lantaran jarak antara bibir pantai dan nelayan melabuhkan perahunya terlalu jauh. Sehingga kami harus melewati air yang agak dalam dan berarti kami harus berbasah dahulu sebelum memasuki medan petulangan yang sesungguhnya. Dan karenanya kami terpaksa turun daripada kami di bawa ke tempat pulau yang lain, terlebih kami tidak tahu keberadaan pulau tersebut. (sebagai Informasi di daerah ini terdapat beberapa pulau yang memanjang hingga ke ujung dan berbatasan dengan Samudera Pasifik. Sempu adalah pulau yang populer akan snorkling dan Wisata petualangannya).
Setelah menyeberang dengan berair kuyup yang menyelimuti sebagian badan kami ditambah dengan kaki yang harus terrluka oleh karang-karang kerikil yang licin karenanya kami hingga di Gerbang Petualangan. “Ini belum berakhir tapi ini ialah permulaan, petualangan bergotong-royong gres di mulai” Bintang berkata ! Cuaca ekstrim sehabis hujan pertanda bahwa tempat hutan dan pantai ini masih terlihat lembab. Baru sekitar 500 meter perjalanan, kami sudah dihadapkan oleh kondisi jalan setapak yang becek. “Tuh apa kata gue !, kalau dibilangin nekat sih lo !, Coba kalau kita ke Lombok dah senang-senang kita” lagi-lagi Bintang berkata. Tenang-tenang Mr Edy mencoba menenangkan kami semua. Mr Edy ialah salah satu sahabat kami yang tergabung dalam kelompok panjat tebing dan pencinta alam. Beberapa petualangannya juga ia tulis di blog pribadinya yang bernama Eddysiku.
    
Dengan kondisi ini berarti kita harus melewati deretan hutan lindung sebelum kita hingga di Pantai Sempu. Berapa usang kira-kira perjalanan. Saya bertanya ke Bintang. Perjalanan dengan kondisi normal saja sudah memakan waktu sekitar 3,5 jam. Terlebih lagi ini yang jalan setapaknya becek berarti kira-kira kita sanggup memakan waktu 5 jam pulang pergi 10 jam. Kita hanya sanggup menikmati pantai sekitar 1-2 jam.  Tanpa lebih dari itu alasannya ialah pukul 6 mini bus kita sudah harus pulang. “Saya berkata !”
Anehnya lagi sahabat kami Jefri tidak membawa satupun untuk pelindung tubuhnya. Kami gres ketahui ketika kami menyeberang tadi. Boro-boro Hand Gloves untuk melindungi tangannya. Sepatu saja ia tidak membawanya. Berarti ia harus terima kondisi apabila ia tertusuk duri, atau benda asing apapun yang akan mengenai tubuhnya. Baru saja saya memulai perjalanan dasar sepatu gres saya ternyata licin. Wah ancaman ini batin saya. Benar saja beberapa kali saya terjatuh. Dan bukan main-main saya terjatuh hingga beberapa meter nyaris menuju jurang. Dengan melihat kondisi ibarat ini. Kami saling menguatkan satu sama lain. Diperlukan kerjasama dalam tim atau Team Work untuk mengatasi hal ini. Mr Edy yang memiliki dasar pengalaman akan berpetualang lebih banyak dari kami. Kami tunjuk sebagai nahkoda kami. kemanapun arahnya kami ikuti. Beberapa kali selama perjalanan kami tersesat yang berarti kami harus mengulangi rute perjalanan menuju Pantai Sempu.
Jantung kami dibuat berdetak lagi. Kami harus melewati jurang yang menjadi penghubung antara jalan yang satu dan yang lainnya. Jembatan penghubungnya hanya terbuat dari bambu yang tipis. Sangat licin waktu itu. Mirip sekali dengan jembatan sirotol-mustaqim yang menjadi pembatas antara nirwana dan neraka. Di mana Neraka berada di bawahnya. Satu hingga dua sahabat kami berusaha melewati jembatan. Hingga keselurahan dari kami berhasil menuntaskan rintangan ini. Lega rasanya tetapi rintangan kami belum berakhir.
Sudah setengah perjalanan tetapi kami belum menemukan garis bahari itu berada. Itu lihat Arif sahabat kami  menunjukkan arah bibir pantai. Ya ayo kita ikuti arahnya. Sampai terlihat kami harus melewati jurang-jurang ditepian pantai tersebut. Kondisinya memang sudah tidak begitu licin, terik matahari ikut menyinari jalan setapak. Tetapi kondisi jurang yang ada diatas bahari dan deburan ombak yang tajam menciptakan kami berpikir dua kali untuk hingga di sana. Kiranya memang tidak mungkin. Kami mengamati sekali lagi dan kami menemukan akar-akar yang menjadi penghubung untuk hingga di bibir pantai ini. Ya kita harus melewati ini. Kata saya. Bismillah kita sanggup ! Ayo kita bisa. Tahap demi tahap kami lalui. Perjalanan dengan pemberian akar bukan berarti tanpa rintangan. Saya dan teman-teman harus terseret hingga samapi ke batasan jurang dan berusaha kembali menaiki atas dataran yang menjorok tajam dengan pemberian akar. Butuh 30 menit untuk hingga ke Pantai Sempu.
Pantai Sempu

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

   Menari – Nari di Pulau Sempu

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

Pukul 12.00 sempurna dari jam 07.00 pagi perjalanan yang melelahkan hingga 5 jam untuk hingga disana. Tetapi  ini terbayar. Ketika teman-teman meneriaki kami sebagai upacara selamat datang. Di tempat ini bukan hanya tim saya yang berkunjung tetapi juga ada beberapa klub, regu maupun tim yang melaksanakan perjalanan ini. Bisa dikatakan terbayar lantaran pantai ini menyampaikan keindahan yang luar biasa. Snorkling sanggup kita lakukan di sini. Tahukah pantai di film The Beach yang dimainkan oleh Leonardo Di Caprio. Ya pantai ini menyampaikan sensasi yang sama ibarat ini bahkan saya rasa lebih bagus. Pasir Putih yang nampak jernih menciptakan kami betah berlama-lama di sini. Pantai ini nampak tak berombak. Ombaknya gres terasa ketika tembok-tembok yang menjadi pembatas antara pantai dan Samudera Hindia di masuki oleh deburan ombak oleh salah satu lubangnya. Teman kami berusaha untuk hingga ke pembatas tetapi selalu gagal. Akhirnya beberapa dari orang-orang disana setuju siapa yang sanggup ke pembatas akan diberi hadiah, berupa arakan hingga ia ditenggelamkan ke sekitar pantai tersebut. Sangat bahagia rasanya. Saya melihat keganjilan mengapa teman-teman saya berusaha untuk memanjat tebing. Wah benar saja, ketika saya hingga di tebing yang berkarang tersebut. Hamparan Samudera Pasifik ialah jendelanya. Sesekali saya melihat agresi Lumba-Lumba dan Paus yang berusaha meloncati deburan ombak yang keras di Samudera Pasifik. Lucunya lagi beberapa sahabat wanita saya melaksanakan pemotretan layaknya model sebuah sampul kalender. Ayo potret, ayo potret lagi. Kata Arif sahabat saya. Waktu sudah memperlihatkan hampir Pukul 14.00 siang kita harus begegas pulang.

Pulang Yuk !

Tempat Wisata Terbaik Di Jawa Tengah Dan Indonesia: Laskar Babi Dan Sempu

Setelah 2 jam bermain walaupun tampaknya kurang puas, kita harus pulang. Ini pun harus menyisakan waktu kurang dari 1 jam alasannya ialah jam 18.00 mini bus sudah harus meninggalkan tempat ini. Perjalanan pulang walau dirasa lebih ringan lantaran banyak orang-orang yang ikut pulang dalam perjalanan ini, tetapi tetap saja penuh tantangan. Banyak yang kehilangan cairan tubuh lantaran kehabisan bekal minuman. Sebagai gantinya cokelat sebagai sumber energi dimakan lebih banyak oleh teman-teman. Teman kami Jefri tertusuk duri akhir tidak beralaskan sepatu. Di tamat perjalanan Hadi sahabat kani juga jatuh pingsan. Dengan kondisi fisik ibarat ini kami merasa beruntung karenanya kami selamat. Hadi sahabat kami pingsan sejenak dan karenanya terbangun sesudah kami melewati semua rintangan dan hingga di bibir pantai perjalanan menuju pulang. Sambil menunggu bahtera kami saling berucap syukur lantaran perjalanan pulang ternyata hanya butuh 3 jam. Makara kami sanggup mandi dan ganti pakaian apabila kami sudah hingga di Sendang Biru. Perahu nelayan telah mengantarkan kami hingga pukul 17.00 kami telah tiba di Sendang Biru. Sambil menunggu antrian kamar mandi berbayar tidak lupa saya dan beberapa sahabat membeli oleh-oleh makanan. Seperti ikan Bandeng, dan Pari yang sudah diasinkan. Pukul 18.00 sempurna kami berangkat. Di sini saya sanggup mengambil kesimpulan bahwa perjalanan ibarat ini dibutuhkan adanya kerjasama atau team work yang baik. Kita harus saling berbagi. Sambil sedikit melihat ke belakang tadi saya melihat ada beberapa orang yang membawa kompor, bahkan yang wanita membawa boneka kelinci putih. Semoga mereka selamat hingga tujuan.

Sempu memang tiada terlupakan !
Lihat Lokasi !

Kembali Ke : Artikel


Sumber http://www.thecolourofindonesia.com/